Senin, 11 Januari 2010

pembuatan silase

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Hijauan makanan ternak (hmt) merupakan salah satu bahan makanan ternak yang sangat diperlukan dan besar manfaatnya bagi kehidupan dan kelangsungan populasi ternak kambing etawa. Oleh karenanya, hijauan makanan ternak sebagai salah satu bahan makanan merupakan dasar utama untuk mendukung peternakan. Kebutuhan akan hijauan pakan akan semakin banyak sesuai dengan bertambahnya jumlah populasi ternak

Dalam usaha peternakan, biaya produksi untuk pakan dapat mencapai 70%. Oleh karena itu keuntungan usaha ini dapat diperoleh apabila ransum/pakan yang diberikan cukup murah tetapi dapat memenuhi kebutuhan ternak. Bahan pakan untuk sapi dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Hijauan dan Pakan Tambahan (Konsentrat). Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik maka kedua macam bahan pakan ini harus diberikan, karena diharapkan dari kedua macam bahan pakan ini kebutuhan protein dapat terpenuhi.

Pemberian pakan hijauan pada ternak harus diimbangi dengan pemberian konsentrat. Hijauan merupakan pakan yang mudah didapat dan harganya lebih murah daripada konsentrat. Masalah dalam pakan hijuan adalah produksi hijauannya ketika musim kemarau yang menurun mengakibatkan hijauan untuk konsumsi ternak tidak dapat memenuhi kebutuhan. Hal ini mengakibatkan produktifitas dari ternak menurun. Jika peternak hanya memberikan konsentrat saja, metabolisme ternak tersebut tidak berjalan dengan baik dan biaya produksi pakan semakin tinggi. Keadaan hijauan yang kurang ini dapat kita atasi dengan pengawetan hijauan. Pengawetan ini dapat berupa silase, hay dan jerami fermentasi ataupu amnoniasi hijauan. Hal ini tidak terlepas dari pemenuhan konsumsi hijauan ternak ketika pakan hijauan kritis.


2. Tujuan

Adapun tujuan dalam kegiatan farm exsperience terpadu ini adalah :

· Agar mahasiswa dapat mengetahui tata cara dalam penyediaan hijauan makanan ternak, mulai dari penyiapan lahan sampai panen dan pemupukan.

· Supaya mahasiswa mengetahui cara pengawetan hijauan makanan ternak dan penyususna ransum ternak ruminansia dan non ruminansia.


TINJAUAN PUSTAKA

1. Silase

Produksi rumput dari kebun rumput bila dipelihara secara optimum pada bulan basah akan menghasilkan hijauan yang maksimum, tetapi hal ini perlu dilakukan penanganan secara baik dan benar untuk dijadikan cadangan pada musim kemarau, sehingga memenuhi kebutuhan hijauan untuk ternaknya baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini dapat dilakukan jika sistem pengelolaan penyediaan hijauan dari pemotongan kemudian diberikan langsung kepada ternak, menjadi dari kebun rumput ke gudang hijauan baru diberikan kepada ternak. Perubahan ini tidak mudah tetapi jika dicoba akan memberikan hasil yang efisien dan efektif dengan memfungsikan gudang pakan sebagai sentral manajemen pakan. Pada lingkup gudang pakan inilah perencanaan pakan peternak bermula, dari mulai panen hijauan hingga prosesing hijauan untuk persediaan dimusim sulit pakan.

Penyediaan hijauan sepanjang tahun dengan teknik yang sederhana dan murah dapat terlaksana tergantung kepada kemapuan dan kemauan dari setiap pengelola kandang dalam pemeliharaan ternaknya. Ada beberapa cara unutk pengolahan pengawetan pakan ternak adalah pebgolahan dengan pembuatan silase, pembuatan hay dan pengolahan dengan proses amoniasi.

Silase/silage adalah pakan yang telah diawetkan yang di proses dari bahan baku yang berupa tanaman hijauan , limbah industri pertanian, serta bahan pakan alami lainya, dengan jumlah kadar / kandungan air pada tingkat tertentu kemudian di masukan dalam sebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara dan disimpan selama sekitar tiga minggu. Tempat penyimpanan silase ini biasanya disebut dengan silo. Didalam silo tersebut tersebut akan terjadi beberapa tahap proses anaerob (proses tanpa udara/oksigen), dimana “bakteri asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yang terdapat pada bahan baku, sehingga terjadilah proses fermentasi. Silase yang terbentuk karena proses fermentasi ini dapat di simpan untuk jangka waktu yang lama tanpa banyak mengurangi kandungan nutrisi dari bahan bakunya.

Terbentuknya silase sebagai akibat pengaruh fermentasi asam laktat yang bermanfaat, dan disimpan dalam jangka waktu yang lama dengan tingkat kehilangan nutrisi untuk fermentasi seperti : pH yang rendah dan stabil, asam laktat, gas karbondioksida (CO2), gas nitrogen, dan lain-lain. Jika tanaman hijauan cacahan dibiarkan di udara terbuka akan mengakibatkan penurunan nilai karena adanya aktivitas mikroorganisme yang bersifat aerob. Salah satu jalan untuk mencegah penurunan ini dengan menyiapkan pembuatan silase dengan menggunakan fermentasi asam laktat pada kondisi anaerob. Fermentasi asam laktat dipengaruhi oleh hubungan antara faktormikro biologi, kimia, dan fisik

Asimilasi

Pakan Hijauan + 6H2O + 6 CO2 + 673 Kcal C6 H12 O6 + 6O2

(Pakan Hijauan) (Air) (Karbon (Energi Respirasi (Gula) (Oksigen)

PEMBAHASAN

1. Silase

Dibuat pada tanggal 7 agustus 2009 jam 12.25 WIB.

Hasil silase :

- Bau : asam, seperti makanan fermentasi tape.

- Warna : kekuningan

- Benda asing : terdapat jamur pada permukaan daun bagian atas bungkusan plastik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar